Ketahui hak-hak Anda sebagai pemilik apartemen, bergabunglah dengan kami di Forum Pemilik Apartemen.

Jangan biarkan nilai properti Anda hancur, mari kita dukung transparansi dokumen di apartemen.

FPA-ID juga menyediakan buku-buku tentang permasalahan apartemen dan solusinya.

Press ESC to close

Aktris Prilly Latuconsina Protes Keras

Mengapa Kerusakan Lift Apartemen Kerap Berulang?

Warga wajib memahami sesuatunya, dibalik kerusakan lift yang berulang.

Jakarta – Aktris Prilly Latuconsina mengecam keras pihak pengelola Izzara Apartment, Jakarta, atas insiden kerusakan liftyang terjadi berulang kali. Protes ini disampaikan Prilly melalui media sosial pribadinya pada Senin, 10 November 2025, menyoroti kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami penghuni.

Menurut laporan yang awalnya dimuat oleh Beritasatu.compada tanggal dan waktu tersebut, Prilly menyebutkan bahwa liftpenghuni telah rusak lebih dari 10 kali dalam beberapa waktu terakhir. Kekecewaannya memuncak ketika ia harus menggunakan liftbarang yang bercampur dengan sampah dan barang-barang pindahan sepulangnya syuting pada pukul 4 pagi. Ia juga menyebutkan pengalaman liftmati mendadak saat ia berada di dalamnya.

Aktris tersebut mendesak pengelola untuk segera melakukan perbaikan, mengingat biaya sewa bulanan yang dibayarkan penghuni dinilai tidak murah dan tidak sebanding dengan fasilitas yang rusak.

Sebagai respons, pihak pengelola apartemen segera mengumumkan melalui akun media sosial mereka bahwa lifttelah ditangani dan berfungsi normal kembali.

Sumber Asli Berita: https://www.beritasatu.com/lifestyle/2939296/lift-penghuni-sering-rusak-prilly-latuconsina-semprot-pihak-apartemen

 

Analisis : Celah Manajemen yang Menyebabkan Kerusakan Berulang

Insiden berulang kali yang dialami penghuni, seperti yang disorot oleh Prilly Latuconsina, menunjukkan adanya kelemahan mendasar dalam sistem manajemen operasional dan pemeliharaan liftapartemen.

1. Ketiadaan Monitoring Logdan Eskalasi Perawatan

Kerusakan lifthingga 10 kali dalam waktu singkat mengindikasikan bahwa vendorperawatan hanya melakukan perbaikan sementara (temporary fix), bukan mengatasi akar masalah. Hal ini terjadi karena:

  1. Tidak Ada Monitoring Log: Jika pihak pengelola tidak mewajibkan vendoruntuk mengisi log pemeliharaan dan insiden yang detail (mencatat waktu kerusakan, diagnosis, dan komponen yang diganti), mereka tidak memiliki data objektif untuk mengevaluasi kinerja vendor.

     

  2. Insiden Tidak Tereskalasi: Seharusnya ada mekanisme eskalasi yang jelas:

    • Ringan (Minor): Gangguan kecil yang diatasi dalam 1-2 jam.

      • Menengah (Medium): Kerusakan yang membutuhkan penggantian suku cadang kecil dan harus diselesaikan dalam 4-6 jam.

      • Berat (Major):Liftmogok saat beroperasi (seperti yang dialami Prilly) yang melibatkan safety circuitatau motor. Insiden ini memerlukan eskalasi segera ke manajemen tingkat atas dan teknisi utama.

2. Tanggung Jawab Insiden dan Transparansi

Pertanyaan mengenai siapa yang bertanggung jawab saat insiden terjadi menjadi krusial, terutama karena menyangkut keselamatan dan biaya yang telah dibayarkan:

  1. Tanggung Jawab Insiden: Dalam semua kasus, Pengelola Gedung (Joint Management/Building Management ) adalah penanggung jawab utama kepada penghuni. Jika insiden disebabkan oleh kelalaian atau kegagalan suku cadang, pengelola harus meminta pertanggungjawaban dari vendorsesuai Service Level Agreement(SLA) dalam kontrak. Insiden berat yang melibatkan keselamatan dapat berujung pada tanggung jawab hukum pengelola.

     

  2. Transparansi Kontrak: Agar ada akuntabilitas, dokumen tender dan kontrak vendorliftseharusnya dibuka dan dievaluasi oleh perwakilan penghuni. Jika kontrak yang disepakati adalah low-cost maintenance, vendorcenderung mengorbankan kualitas suku cadang, yang berujung pada kerusakan berulang.

 

Pedoman untuk Manajemen Liftyang Lebih Baik

Untuk menjamin keselamatan dan kualitas fasilitas yang dibayar mahal oleh penghuni, pengelola apartemen perlu menerapkan standar manajemen liftyang profesional, mulai dari proses pengadaan (tender) yang transparan, hingga penanganan gangguan.

Sebagai referensi, pengelola dan penghuni dapat merujuk pada buku "Misteri Lift di Apartemen dan Solusinya" dari FPA-ID (Forum Penghuni Apartemen Indonesia). Buku ini memberikan panduan praktis mengenai penyusunan Service Level Agreement(SLA) yang ketat, evaluasi kinerja vendor, dan pengawasan proses pemeliharaan agar insiden liftyang merugikan penghuni dapat dicegah.

 

 

divider

 

 

 

 

 


 

Related Posts

Lift Apartemen dan Nilai Properti
Transparansi Pemeliharaan Lift Apartemen
Lift Apartemen
Kerugian Finansial di Balik Kerusakan Lift
FPA-ID Editorial Team

Research and Analyst Team

@ForumPemilikApartemen on Instagram
Kemitraan
Pendidikan
Apartemen yang Terabaikan
Transparansi Dokumen
Tagihan dan Biaya
Permasalahan Lift
Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.